Oleh: Dai Kamtibmas Polres Kepulauan Sula
Bulan Ramadhan adalah madrasah spiritual bagi umat Islam. Di dalamnya, kita dilatih menahan hawa nafsu, memperbanyak ibadah, dan meningkatkan ketakwaan.
Namun ibadah yang khusyuk dan nyaman hanya akan tercapai jika keadaan aman dan kondusif. Untuk mewujudkan “Ramadhan Aman, Ibadah Nyaman”, terdapat tiga pilar utama yang harus kita pegang teguh: jaga diri, jaga keluarga, dan jaga lingkungan.
Jaga Diri: Hindari Miras dan Narkoba
Menjaga diri berarti melindungi fisik, akal, dan jiwa dari segala hal yang merusak. Di bulan yang mulia ini, kita harus menjauhi minuman keras (miras) dan narkoba. Allah SWT dengan tegas melarang khamr dalam QS. Al-Maidah: 90-91 karena termasuk perbuatan setan yang dapat merusak akal dan menjauhkan dari mengingat Allah.
Miras dan narkoba tidak hanya menghancurkan kesehatan, tetapi juga masa depan, martabat, dan keimanan seseorang. Orang yang terjerumus dalam lingkaran setan ini tidak akan pernah bisa merasakan keindahan dan keberkahan Ramadhan. Maka, langkah awal menuju Ramadhan yang aman adalah dengan menjaga diri sendiri dari bahaya narkoba dan miras.
Jaga Keluarga: Awasi Anak Dalam Pergaulan dan Tertib Berlalu Lintas
Keluarga adalah amanah terbesar yang Allah titipkan. Di bulan Ramadhan, aktivitas anak-anak cenderung meningkat, seperti bermain di luar hingga larut, ikut tarawih keliling, atau sahur on the road serta ngabuburit.
Di sinilah peran orang tua untuk melakukan pengawasan ketat. Jangan sampai kebebasan bergerak anak justru menjerumuskan mereka pada hal negatif seperti balap liar, tawuran dan kenalan remaja yang daat mengganggu ketertiban. Pesan kamtibmas berikutnya adalah keselamatan berlalu lintas.
Mari kita tanamkan sejak dini disiplin, keselamatan dan sopan santun di jalan. Sebagaimana sabda Nabi, setiap kita adalah pemimpin dan akan dimintai pertanggungjawaban atas keluarganya. Maka, jagalah keluarga dengan kasih sayang dan pengawasan yang bijak.
Jaga Lingkungan: Bijak Bermedia Sosial dan Jaga Ketertiban Umum
Lingkungan kita saat ini tidak hanya bersifat fisik, tetapi juga digital. Di era serba internet, kita harus waspada terhadap dampak negatif dunia maya.
Seringkali Ramadhan diwarnai dengan konten-konten media sosial yang justru menjauhkan dari esensi puasa, seperti hoaks, ujaran kebencian, ghibah, dan fitnah. Jika lisan saja bisa membatalkan pahala puasa, maka jari-jari yang mengetik komentar buruk pun demikian.
Jagalah lingkungan dunia maya dengan menyebarkan kebaikan. Di lingkungan fisik, kita juga harus menjaga ketertiban dengan tidak menggunakan knalpot brong serta membunyikan musik yang mengganggu kekhusyukan ibadah serta menjaga kebersihan lingkungan.
Dengan menerapkan tiga pilar ini—menjaga diri dari miras dan narkoba, menjaga keluarga melalui pengawasan anak dan tertib lalu lintas, serta menjaga lingkungan dari dampak negatif internet dan gangguan ketertiban—maka insyaallah Ramadhan yang aman dan ibadah yang nyaman bukan sekadar slogan, melainkan dapat kita wujudkan bersama.
Mari kita sukseskan Ramadhan sebagai bulan penuh rahmat, ampunan dengan memperbanyak ibadah dan mendekatkan diri kepada Allah Swt.
Sanana-Kepulauan Sula
